Assalmu’alaikum sobat
Bagaimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan tetap dalam lindungan
Allah SWT.
materi bacaan tafkhim dan tarqiq bertujuan supaya kita bisa
membaca huruf Ra dan huruf lam dengan benar ketika membaca al Qur'an
Huruf ra ada yang dibaca tebal (tafkhim)
dan dibaca tipis (tarqiq). Lebih lanjut penjelasan akan
dibahas seperti di bawah ini.
Hukum bacaan Ra
Ra harus Dibaca Tebal (Tafkhim)
1. Ra berkharakat fathah
atau fathahtain dan berharakat damah atau damahtain misalnya:
بِرَبِّ اْلفَلَقِ
2. Ra Sukun (رْ)
yang sebelumnya terdapat huruf yang berkharakat fathah atau huruf yang
berharakat damah misalnya:
تَرْمِيْهِم
a. Ra
Sukun (رْ) sedang huruf yang sebelumnya berharakat
kasrah yang tidak asli dari asal perkataan Arab. Misalnya:
اِرْحَمْنَا
Misalnya : قِرْطَاسٍ
Ra’ harus Dibaca Tipis
1. ra yang
berharakat kasrah (رِ) dimana pun letaknya pada suatu perkataan,
di awal, di tengah maupun di akhir perkataan, pada kata kerja (فِعْل)
ataupun pada kata benda (اِسْم), Misalnya:
Contoh:
خَيْرً
a. Ra sukun yang huruf
sebelumnya berharakat kasrah yang asli dan sesudahnya tidak berupa isti’la
Contoh: فِرْعَوْنَ
b. Huruf
ra bisa dibaca tebal atau tipis bila ra itu sukun sedang huruf sebelumnya
berharakat kasrah dan huruf sesudahnya
berupa huruf isti’la. خ ص ض غ ط ق ظ)
Misalnya
:عِرْض - حِرْض
Hukum
bacaan Lam Jalalah
Lam jalalah
adalah lam yang terdapat pada lafadz Allah.
Lam jalalah
ada yang di baca tafkhim dan ada yang dibaca tarqiq.
lam jalah
dibaca tafkhim (tebal) apabila terdapat lam jalalah jatuh
sesudah huruf yang berharakat fathah atau dhommah. contoh رَسُوْلَ اللهِ
dibaca Rasulallah atau رَسُوْ لُ الله dibaca Rasulullah
Lam jalalah
dibaca tarqiq (tipis) apabila terdapat lam jalalah jatuh sesudah huruf yang
berharakat kasroh contoh رَسُوْ لِ الله dibaca Rasulillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar