google-site-verification: googlee9d928baf2aef193.html l

Kamis, 23 April 2020

Ketentuan Puasa

Assalamualaikum wr. Wb..sobat..dimana pun anda berada semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin.
Hari ini adalah hari terakhir bulan sya'ban dan besok adalah awal puasa Ramadhan, mari berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan meskipun situasi sekarang negara kita Indonesia masih menghadapi pandemi covid 19, maka kita sambut bulan ramadhan dengan suka cita bahagia dan mari kita berdo'a semoga negara kita segera terbebas dari pandemi covid 19. Amiin.
Selanjutnya mari kita mengingat ketentuan puasa :
Perintah puasa berdasarkan
Firman Allah SWT surat Al Baqarah ayat 183
يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
artinya : hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa. (QS Al-Baqarah ayat 183)


Syarat Wajib Puasa:-

1. Islam artinya orang non Islam tidak wajib puasa
2. Baligh artinya anak2 yg belum baligh tidak wajib puasa
3. Berakal artinya orang gila tidak wajib puasa
4. Sehat (tidak sakit parah)
5. Bermukim (Tidak Musafir)
6. Suci (Dari Haid Dan Nifas)

Syarat Sah Puasa :-

1. Islam
2. Berakal & Mumayyiz
3. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan

Rukun-Rukun Puasa:-

1. Orang Yang Puasa
2. Berniat wajib tabyit (di malam hari apabila puasa  wajib)
3. Menahan Diri Daripada Perkara Yang Membatalkan Puasa

Perkara Sunat Ketika Puasa :-

1. Segera Berbuka Puasa
2. Berbuka Dengan Kurma/Juadah Manis
3. Baca Doa
4. Melambatkan Bersahur
5. Banyakkan Baca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Membuat Amal Kebajikan
6. Sentiasa Bersedekah
7. Jauhkan Diri Daripada Bercakap Perkara Yang Sia-Sia Dan Perbuatan Yang Tidak Membawa Manfaat
8. Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh

Perkara Yang Membatalkan Puasa :

1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja
2. Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka. Seperti (lubang hidung telinga mulut  lubang kemaluan)
3. Muntah Dengan Sengaja.
4. Keluar Haid & Nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar Mani Dengan Sengaja
8. Bersetubuh Di Siang Hari

Makruh Ketika Puasa

1. Bersuntik
2. Berbekam
3. Berkumur-Kumur
4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
5. Mandi Yang Berlebihan
6. Rasa Makanan Di Hujung Lidah

5 HAL YG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA

1. Berdusta
2. Ghibah
3. Ado Domba
4. Sumpah palsu
5. Memandang seseorang dgn nafsu sahwat
6. mengeluarkan kata kata keji, cacian maki

Golongan Yang Wajib mengganti Puasa:-

1. Orang Sakit Yang Ada Harapan Untuk Sembuh
2. Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
3. Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
4. Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
5. Orang Yang Sengaja Melakukan Perkara2 Yang Membatalkan Puasa
6. Orang Yang Pitam/Mabuk
7. Orang Yang Sangat Lapar Dan Dahaga


Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa

1. Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1Mud / 6 ons Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal..
Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 2 Cupak Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)

2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh

3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa

4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)

5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1mud / 6 ons Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya


Kifarat Bersetubuh Di Bulan Ramadhan

Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti :-

1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P
(Sekiranya Tidak Mampu)

2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)

3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin
Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat


Tingkatan Puasa

1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak

2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas

3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin

Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa:-

1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran

2. Orang Musafir
3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah

4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga

5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu.
 Hai, sahabatku mari kita jalankan puasa iman wahtisaban untuk memperoleh ridlo Allah SWT

#wallahu a'lam bis showab.

Minggu, 19 April 2020

HUKU MIM MATI


Assalmu’alaikum sobat
Bagaimana kabarnya?  Semoga tetap sehat dan tetap dalam lindungan Allah SWT.
Setelah kita belajar materi hukum nun mati dan tanwin  Kali ini kina belajar hukum mim mati, artinya kita fokus mim mati abaikan yang lain he..he.. ga ada ruginya belajar tajwid dunia akhirat. Semoga bermanfaat ya gaaes...
Mim mati atau mim yang berharakat (sukun), ketika bertemu dengan huruf hijaiyah, ada tiga cara hukum membacanya, yaitu sebagai berikut:

        1.     Izhar Syafawi
Menurut bahasa ikhfa’ syafawi adalah izhar (membaca jelas) di bibir.
Menurut istilah tajwid adalah apabila ada huruf  م mati bertemu dengan huruf hijayah selain huruf م dan ب . adapun cara membaca bacaan idzhar syafawi adalah dengan membaca huruf م  dengan   jelas, terang di bibir dalam keadaan mulut tertutup).

Contoh  : إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْن terdapat bacaan izhar syafawi karena ada mim mati bertemu Shod


       2.     Ikhfa syafawi
menurut bahasa ikhfa berarti samar. Ikhfa’ syafawi artinya membaca samar-samar dibibir
Ikhfa' menurut istilah tajwid adalah apabila ada  مْ  bertemu dengan huruf  ب . cara membaca ikhfa' syafawi adalah dengan cara membaca samar di bibir, yaitu antara izhaar dan idgam, dibaca dengan mendengung dalam keadaan mulut terkatup.
Contoh : تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَة terdapat bacaan ikhfa' syafawi sebab ada mim mati bertemu dengan Ba'
        3.     Idgam Mutamasilain (Mimi)
Hukum bacaan idgam mutamasilain (mimi) terjadi apabila ada (م) mati bertemu dengan (م). cara membacanya adalah dibaca idgham atau dirangkap/ditasjidkan.
Contoh:
عَلَيْهِمْ مُؤْصَدِة


Sabtu, 18 April 2020

HUKUM BACAAN RA DAN LAM




Assalmu’alaikum sobat
Bagaimana kabarnya?  Semoga tetap sehat dan tetap dalam lindungan Allah SWT.

materi bacaan tafkhim dan tarqiq bertujuan supaya kita bisa membaca huruf Ra dan huruf lam dengan benar ketika membaca al Qur'an
Huruf ra ada yang dibaca tebal (tafkhim) dan dibaca tipis (tarqiq). Lebih lanjut penjelasan akan dibahas seperti di bawah ini.

Hukum bacaan Ra
Ra harus Dibaca Tebal (Tafkhim)
1.      Ra berkharakat fathah atau fathahtain  dan berharakat damah atau damahtain misalnya:
بِرَبِّ اْلفَلَقِ
2.      Ra Sukun (رْ) yang sebelumnya terdapat huruf yang berkharakat fathah atau huruf yang berharakat damah misalnya:
تَرْمِيْهِم
a.       Ra Sukun (رْ) sedang huruf yang sebelumnya berharakat kasrah yang tidak asli dari asal perkataan Arab. Misalnya:
اِرْحَمْنَا
b.     Ra Sukun (رْ) dan huruf sebelumnya berharakat kasrah  asli, tetapi sesudah ra (رْ) berupa huruf isti’la, yaitu:  (خ ص ض غ ط ق ظ).
                  Misalnya : قِرْطَاسٍ

Ra’ harus Dibaca Tipis
1.     ra yang berharakat kasrah (رِ) dimana pun letaknya pada suatu perkataan, di awal, di tengah maupun di akhir perkataan, pada kata kerja (فِعْل) ataupun pada kata benda (اِسْم), Misalnya:

2.     Ra yang sebelumnya terdapat yaa sukun (يْ)
Contoh: خَيْرً
a.       Ra sukun yang huruf sebelumnya berharakat kasrah yang asli dan sesudahnya tidak berupa isti’la
Contoh: فِرْعَوْنَ
b.      Huruf ra bisa dibaca tebal atau tipis bila ra itu sukun sedang huruf sebelumnya berharakat kasrah  dan huruf sesudahnya berupa huruf isti’la. خ ص ض غ ط ق ظ)
 Misalnya :عِرْض - حِرْض

Hukum bacaan Lam Jalalah
Lam jalalah adalah lam yang terdapat pada lafadz Allah.
Lam jalalah ada yang di baca tafkhim dan ada yang dibaca tarqiq.
lam jalah dibaca tafkhim (tebal) apabila terdapat lam jalalah jatuh sesudah huruf yang berharakat fathah atau dhommah. contoh  رَسُوْلَ اللهِ dibaca Rasulallah atau رَسُوْ لُ الله dibaca Rasulullah
Lam jalalah dibaca tarqiq (tipis) apabila terdapat lam jalalah jatuh sesudah huruf yang berharakat kasroh contoh رَسُوْ لِ الله dibaca Rasulillah

Rabu, 15 April 2020

TAARUF (PERKENALAN)

(التعارف(
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ....اِسْمَحُوْ لِي أَنْ أُعَرِّفَ عَنْ نَفْسِي إِلَيْكُمْ جَمِيْعٌا....إِسْمِي لَيْلِي جِئْتُ مِنْ سَلاَ تِيْكاَوَكَانَ عُمْرِىْ الاَنْ تِسْعَةَ سَنَةً . أَنَا تِلْمِيْذٌ فيِ مَدْرَسَةِ تَرْبِيَةِ الْخَيْرَاتِ الإِبْتِدَائِيَّةِ الإِسْلاَمِيَّةِ. وَكاَنَ هِوَايَتِى قِرَأَةُ اْلقُرْاَنْ. أُرِيْدُ أَنْ أَتَعَلَّمَ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةِ لِأَنِّى أُحِبُّ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَةِ وَهِيَ لُغَةُ الْقُرْأَن يُمْكِنُ كَفَي
هُنَا عَنِّى وَأَقُوْلُ شُكْرٌا عَلَى حُسْنِ إهْتِمَامِكُمْ وَأَخِيْرًا... وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وبَرَكَاتُهُ....

المفردات
اسمحولى        :perkenankansaya
أعرف          :berkenalan
هوايتى          :hobyku
أتعلم           :sayabelajar
أحب           :sayamenyukai
كفى           :cukup
إهتمامكم      :perhatiannya
أقول            :sayaucapkan
شكىرا          :berterimakasih

HUKUM NUN M,ATI DAN TANWIN


      Nun mati adalah huruf ( ن ) yang ditandai seperti : نْ , sedang tanwin adalah suara nun mati (bukan nun mati tetapi hunyi suara nun mati) yang terdapat di akhir kata benda (اسم). Tanwin merupakan tanda harokat rangkap, misalnya : ــٌــٍــًـ
Hukum bacaan nun mati dan tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah terdiri dari empat bagian, yaitu sebagai berikut:

        1.     Izhar Halqi
Hukum bacaan izhar halqi adalah apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf halqi. Cara membacanya dengan dibaca jelas di tenggorokan.
Yang termasuk huruf izhar yaitu:
ا هـ ح خ ع غ


Contoh : 
مَنْ أمَن

        2.     Idgam
Menurut bahasa idgam artinya memasukkan atau memadukan sesuatu pada sesuatu, menurut istilah idgam artinya memasukkan huruf yang mati ke dalam huruf yang hidup didepannya, sehingga seolah-olah menjadi huruf bertasjid. Idgam dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a.    Idgam bigunnah
Idgham bigunnah terjadi apabila  ــٌــٍــًـ  / نْ   bertemu dengan salah satu
huruf : ي ن م و
Contoh:
مَنْ يَقُوْم 

b.    Idqam bilagunnah
ldqam bilagunnah terjadi apabila ــٌــٍــًـ  / نْ   bertemu dengan huruf (ل) atau (ر). Cara membacanya mengidghamkan nun atau tanwin pada LAM atau RO' tetapi tanpa dengung.
Contoh :
مِنْ رَبِك


        3.     Ikhfa
Ikhfa' menurut bahasa berarti menyembunyikan, menyamarkan atau merahasiakan. lkhfa' menurut istilah tajwid adalah menyembunyikan ــٌــٍــًـ  / نْ   dengan cara tersamar dibalik huruf ikhfa' yang terdapat di depannya.
Jadi apabila ــٌــٍــًـ  / نْ   bertemu huruf ikhfa' di baca samar-samar yang disertai dengan dengung.
Huruf-huruf ikhfa' ada, 15, yaitu :  ف ت ش ظ ز ط د س ق ش ج ك ث ذ ص
Contoh:
مَنْ كَان


        4.     Iqlab
Iqlab menurut bahasa artinya membalik, mengganti, atau menukar. Menurut istilah, iqlab artinya mengganti atau menukar bunyi huruf  ــٌــٍــًـ  / نْ     dengan bunyi mim mati disertai dengan dengung (gunnah).
Jadi apabila menemukan ــٌــٍــًـ  / نْ   bertemu dengan huruf ( ب )  maka cara membacanya secara iqlab
Contoh:
مِنْ بَعْد

 

THAHARAH

THAHARAH
(Bersuci)

Sebagai seorang muslim, kita harus mengetahui bagaimana tata cara bersuci, karena Allah tidak akan menerima shalat seseorang dalam keadaan tidak suci. Disamping itu, Allah itu maha suci, menyukai sesuatu yang suci.
Dikategorika tidak suci apabila kita dalam keadaan berhadast (hadast kecil atau besar) dan terkena najis. Hadast kecil bisa disucikan dengan berwudlu, hadast besar bisa disucikan dengan hadast besar, sedangkan apabila kita terkena najis maka bisa dibersihkan dengan menghilangkan najis itu dengan air.
A.    BERWUDHU
Jika kita berhadast kecil maka diwajibkan berwudlu terlebih dahulu sebelum melakukan shalat. Karena salah satu tujuan berwudlu adalah untuk menyucikan /menghilangkan hadast kecil.
-       Rukun berwudhu:
1.      niat ketika membasuh muka
2.     membasuh muka
3.     membasuh kedua tangan sampai siku
4.     membasuh sebagian kepala
5.     membasuh kedua kaki sampai mata kaki
6.     dengan tertib, yakni berurutan sesuai dengan susunan yang telah di tentukan
-       sunnah wudhu:
1.      membaca basmalah
2.     membasuh telapak tangan sampai pergelangan terlebih dahulu
3.     berkumur-kumur
4.     membersihkan hidung
5.      menyela janggut yang tebal
6.     mendahulukan anggota badan yang kanan dari pada yang kiri
7.     mengusap semua kepala
8.     mengusap kedua telinga
9.     mengusap jari tangan dan kaki
10.   mentiga kalikan membasuh
11.    berturut-turut
12.   berdoa setelah berwudhu
-                                hal-hal yang membatalkan  wudhu:
1.      adanya sesuatu yang keluar dari perut memlalui salah satu dari dua jalan kotoran, meskipun hanya angina
2.     tidur atau tertidur yang tidak dengan duduk tetap
3.     hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk, dan sebagainya
4.     menyentuh kemaluan dengan telapak tangan
5.     tersetuhnya kulit laki-laki dengan kulit perempuan  yang bukan muhrimnya atau sebaliknya dengan tidak beralas.
B.   MANDI WAJIB
mandi wajib merupakan cara bersuci untuk menghilangkan hadast besar.
-   Hal-hal yang mewajibkan orang mandi wajib ialah:
1.   karena berkumpulnya suami denan istri karena bersebadan
2.  karena keluarnya nutfah, karena mimpi atau sebab lain
3.  karena berpakaian kotor berbulan-bulan
4.  karena nifas ( sesudah melahirkan anak )
5.  karena melahirkan anak
-   rukun mandi ada 3, yaitu:
1.   niat. Maksudnya sengaja menghilangkan najis karena Allah
2.  menghilangkan najis yang sekiranya ada di badan
3.  meratakan air keseluruh tubuh, beserta rambut-rambutnya
-   orang yang berhadas besar tidak boleh mengerjakan hal-hal:
1.   shalat
2.  thowaf
3.  membaca, menyentuh dan membawa kitab suci al-qur’an

C.     TAYAMUM
-       tayamum ialah salah satu cara bersuci sebagai pengganti wudhu atau mandi, apabila berhalangan memakai air
-       sebab-sebab yang membolehkan melakukan tayanmum ada 2 perkara:
1.   tidak ada air
2.  sebab sakit yang tidak membolehkan terkena air
-                                syarat-syarat tayamum:
1.   adanaya udzur ( halangan ) yang membolehkan tayamum
2.  telah datang waktu masuk sholat
3.  mencari air terlebih dahulu, bagi yang sebabnya ketidak ada air
4.  dengan debu yang suci
-                                rukun tayamum
1.   niat
2.  mengusap muka dengan dengan debu tanah dari tangan yang baru di letakkan  ke debu
3.  mengusap kedua tangan sampai siku, dengan debu tanah yang baru diletakkan ke debu
4.  tertib
-                                sunat tayamum :
1.   membaca basmalah
2.  mendahulukan anggota yang kanan
3.  menipiskan debu di telapak tangan
4.  berturut-turut
-                                yang membatalkan tayamum :
1.   semua yang membatalkan wudhu
2.  melihat air bagi yang sebabnya ketidak ada air
3.  kerena murtad atau kafir